oleh

SD MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA SEKOLAH RUJUKAN NASIONAL

SURAKARTA – Hari Ke 3 Kamis (27/2/2020) kunjungan Dewan Pendidikan Kabupaten PALI ke sentra Pendidikan Kota Surakarta meninggalkan banyak kesan yang bisa menjadi motivasi untuk pengembangan pendidikan di Kabupaten PALI.
Kepala Dinas Kabupaten PALI Kamriadi, SPd MSi bersama kepala SD Muhammadiyah 1 Surakarta Sri Sayekti S.Pd M.Pd saat meninjau kondisi dan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Ambil contoh ketika mengunjungi SD Muhammadiyah 1 Surakarta yang terletak di kecamatan Ketelan banyak sekali pembelajaran yang didapat terutama tentang kemandirian.

Sekolah swasta satu ini menjadi rujukan nasional karena kemampuan manajerial dan pengelolaan keuangannya.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Surakarta Sri Sayekti, SPd MPd bahwa tahun ini ini sekolahnya mengelola Dana lebih dari 5 miliar. Yang dana tersebut sesuai dengan jumlah murid berasal dari dana BOS hanya sebesar 700 juta selebihnya merupakan muamalah atau hasil daya upaya dari sekolah itu sendiri.

Suasana acara penyambutan rombongan di kelompok belajar dan TK Al Azhar Syifa Budi Surakarta

” Income yang kami dapat ini bersumber dari beberapa kegiatan. Antara lain dari kantin sehat dengan penerapan e-money. Siswa tidak menggunakan uang cash dalam transaksi di sekolah, melainkan melalui kartu yang aplikasinya telah disiapkan oleh pihak sekolah ” demikian disampaikan oleh Ibu Sri Sayekti S.Pd M.Pd selaku Kepala Sekolah SD 1 Muhammadiyah Surakarta kepada Berita PALI Online.

Sementara Kamriadi S.Pd M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI menyatakan kagum atas pengelolaan Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Surakarta ini.

Sekretaris dewan Pendidikan Kabupaten PALI Haris Muttaqin menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada kepala SLB Negeri Surakarta

” Kita hari ini disodorkan sebuah tantangan dan motivasi, setelah meninjau sekolah ini. Karena sebuah sekolah bisa dibangun dan maju bukan karena dana semata, melainkan berawal dari niat. Dengan area gedung yang tidak begitu luas dan bantuan pemerintah hanya melalui dana BOS dari 700-an siswanya. Tetapi SD 1 Muhammadiyah ini menjadi menjadi panutan secara nasional karena manajerial atau pengelolaannya. Seperti yang kita lihat mereka telah mengelola kantin sehat dengan baik, memiliki perpustakaan modern, dan UKS, Radio dan lainnya. Di samping itu sekolah mampu membiayai dirinya sendiri tanpa ketergantungan kepada pemerintah maupun pihak lainnya, termasuk pihak sekolah bisa menggaji lebih dari 75 tenaga pengajar.
Sekolah juga mempunyai amal usaha berupa sawah untuk membackup pembiayaan sekolah. Dan tantangan lain bahwa sekolah harus setiap tahunnya memenej dan melaporkan kegiatannya, tidak hanya kepada pemerintah tetapi kepada Persyarikatan atau pengurus Muhammadiyah Surakarta sebagai induk organisasinya. Namun hal ini tidak menjadi kendala bagi pihak sekolah untuk memajukan pendidikan. Hal inilah yang patut dicontoh oleh sekolah-sekolah kita di PALI, dan ini menjadi motivasi bagi pemerintah Kabupaten PALI untuk berupaya paling tidak menjadikan sekolah di PALI lebih baik dan mandiri dan semua berpangkal dari nawaitu” demikian diucapkan Kamriadi terharu.

Foto bersama rombongan dengan seluruh dewan guru SMP Negeri 8 Surakarta

Lain halnya apa yang disampaikan oleh Haris Muttaqin Sekretaris Dewan pendidikan Kabupaten PALI yang juga merupakan pengurus cabang Muhammadiyah Kabupaten PALI.

” Hari ini ini saya menerima kenyataan bahwa apa yang disampaikan oleh pendiri Muhammadiyah Kyai Haji Ahmad Dahlan ; Hidup Hidupkanlah Muhammadiyah jangan kau Hidup dari Muhammadiyah. Kata-kata yang tadinya sepertinya mustahil dapat diaplikasikan dalam organisasi apalagi di dunia pendidikan, namun hari ini sepanjang usia, saya menemukan bahwa ada 1 sekolah yakni SD Muhammadiyah 1 Surakarta mampu mewujudkan ucapan dari beliau” demikian ucap Haris sembari meneteskan air mata.

Damri Adi S PD m PD saat meninjau kegiatan di SLB Negeri Surakarta didampingi kepala SLB Sukamto SE, M.Hum

Selain mengunjungi SD Muhammadiyah 1 Surakarta, rombongan juga mengunjungi SLB Negeri Surakarta, KB/TK Al- Azhar Syifa Budi dan SMPN 8 Surakarta yang semuanya merupakan Sekolah Rujukan Nasional.

Terahir rombongan mengunjungi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Suasana pertemuan Dewan Pendidikan PALI dengan Rektorat ISI Surakarta dipimpin Rektor ISI Dr.Drs. Guntur, M.Hum

Di ISI selain menggelar pertemuan khusus dengan pihak rektorat rombongan sempat juga berjumpa dengan 9 mahasiswa asal PALI yang mengikuti program kerjasama Pemerintah Kabupaten PALI dan ISI.

Salah satu hal terpenting dalam pertemuan tersebut bahwa pihak ISI mengharapkan agar Pemkab PALI segera mendaftarkan para calon mahasiswa untuk tahun ajaran baru karena saat ini ISI sudah melakukan Mapping untuk penerimaan mahasiswa baru.

Satu hal yang membanggakan bahwa dari 9 mahasiswa yang diutus itu sudah memiliki indeks prestasi di atas 3 bahkan dua orang diantaranya yaitu Dendi dan Sartika 3,5

” Kita bangga dengan keadaan ini karena adik-adik kita tidak tertinggal jauh dan dapat berprestasi lebih baik disebuah perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A” demikian disampaikan oleh sekretaris Dinas Kabupaten PALI Haris Munandar SPd MSi

Hal lain yang dibahas adalah mengenai keinginan dari rombongan agar pihak ISI bisa ikut membina seni tari di Candi Bumi Ayu Tanah Abang, yang nantinya akan dibicarakan antara kedua institusi.

Sedangkan para mahasiswa yang telah dibiayai oleh pemerintah Kabupaten PALI melalui perwakilannya Dendi mengucapkan terima kasih kepada Bupati PALI H. Heri Amalindo,MM yang telah berkenan untuk membiayai, baik itu biaya kuliah maupun biaya hidup mereka selama kuliah di ISI.

Para mahasiswa asal Kabupaten PALI bersama Rektor ISI DR. Drs.Guntur M.Hum

“Saya atas nama teman-teman Mahasiswa yang ada di ISI mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Haji Ir. Heri Amalindo MM yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengikuti program kerjasama Pemerintah Kabupaten PALI dengan Institut Seni Indonesia Surakarta dan insya Allah kami akan tetap belajar dengan baik demi negeri Serepat Serasan tercinta’ ” demikian Dendi mahasiswa yang memiliki IPK diatas 3,5 itu.

(Tim BERITA PALI Online)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed