oleh

TIDAK TERIMA JATAH BANTUAN PROGRAM KAT, WARGA TALANG RITAM “TUJAH” KADUS

 

PENUKAL UTARA – Peristiwa diluar dugaan terjadi di Dusun 4 Desa Tanding Marga (Talang Air Itam) Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada saat menjelang acara penyerahan secara simbolis jatah program Komunitas Adat Terpencil (KAT) Pada Minggu, 25 Oktober 2020. Yang merupakan program Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut saksi mata Jaelani (45 th) warga asal Pendopo kontraktor program KAT tersebut. Bahwa Kepala Dusun 4 Desa Tanding Marga A Bastari Tengah duduk di atas motor di Jalan Talang ritam dilokasi rencana pembangunan pemukiman bagi 44 kepala keluarga peserta program KAT Talang Air Itam sambil ngobrol dengan dirinya dan saksi lain Taufik (47th). Tiba-tiba pelaku Iman bin Syafei (58Th) yang tepat berada di belakang A Bastari menghunjamkan sebilah belati ke belakang sebelah kanan tubuh A Bastari kemudian kembali menusuk sebelah kiri

” sudah-sudah jangan, bersamaan itu tubuh A Bastari sempoyongan dan jatuh ke pelukan saya” demikian Papar Jaelani kepada Tim BERITA PALI.

Ditambahkan oleh Obli, (30 th) warga Talang Air Itam bahwa pelakunya adalah Iman bin Syafei warga Dusun 2 Desa Tanding Marga.

” Seusai menusuk A Bastari pelaku tidak langsung melarikan diri tetapi berjalan santai menuju arah Talang Air Itam sembari memasukkan pisaunya kesarung yang terselip di pinggangnya” jelas Obli.

Kejadian ini sendiri disaksikan oleh seluruh peserta program komunitas adat terpencil Talang Air Itam. yang hanya bisa terperangah karena tidak menduga akan terjadinya hal tersebut. Lalu selanjutnya beberapa warga mengangkat tubuh A Bastari ke dalam mobil yang dikendarai Taufik dan Melarikan korban ke RSUD Talang Ubi.

Sedangkan Kepala Desa Tanding Marga Ahmad Rivai bersama 2 anggota Polsek Penukal Utara saat kejadian tengah berada di desa induk karena menantikan kedatangan rombongan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan dan Kepala dinas sosial kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir beserta rombongannya.

” Saat kejadian kami baru tiba di Desa Tanding Marga dan sebelumnya kami berada di TKP. Karena kami menunggu kedatangan Pak Kadinsos beserta rombongannya. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan kendaraan yang membawa korban lantas kami bersama 2 anggota Polsek Penukal Utara menuju TKP dan kedua anggota polisi langsung mengejar pelaku namun pelaku telah melarikan diri dan masuk ke hutan” urai Kades Ahmad Rivai

Mengenai motif kejadian menurut keterangan istri korban bahwa pelaku telah mengancam Kades dan Kepala Dusun apabila dirinya tidak mendapat jatah program ini.

” Kurang lebih sebulan yang lalu pada saat penandatanganan berkas untuk menerima bantuan ini, pelaku memang sempat mengancam Pak Kades dan suami saya apabila dirinya tidak menerima jatah program bantuan ini ” kata istri A Bastari

Berkaitan dengan motif pelaku yang mengatakan dirinya tidak menerima jatah dijelaskan oleh Kades Tanding Marga Akhmad Rivai.

” Sebenarnya dari 44 KK yang menerima manfaat program KAT sudah termasuk anak pelaku yang bernama Endang. Dan itu termasuk kebijakan yang ditempuh untuk menghargai pelaku selaku tokoh masyarakat Talang Ritam bersama 2 warga lainnya. Padahal rumah Endang dan pelaku sendiri tidak diseberang atau wilayah Muba melainkan ada di wilayah PALI ” urai Arivai.

 

Saat ini korban telah dirujuk dan dirawat di RSUD Sekayu sedangkan pelaku menurut Kapolsek Penukal Utara IPTU Bambang Wahyudi melalui Kanit Reskrim AIPDA Musmiran dinyatakan DPO dan tengah dilakukan pengejaran.

” Dari keterangan para saksi si pelaku akan kita kenakan pasal 351 yakni penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun dan Kami telah menyarankan kepada pelaku agar menyerahkan diri ” demikian disampaikan oleh Kanit Reskrim AIPDA Musmiran kepada BERITA PALI

TIM BERITA PALI

editor : PL
fotografer : PL

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed