oleh

PILKADA PALI, HERO MENANG TAPI BERPOTENSI KE MK

 

PALI – Berdasarkan hasil pemantauan Tim Berita PALI di saat penghitungan suara di 5 Kecamatan, pada Hari Rabu (9/12) pasangan HERO unggul dari DH DS meskipun kemenangan itu berada dibawah ambang 2%.

“Saya salut dengan kerja tim di DH DS karena dalam waktu 3 bulan bisa mengkonsolidasikan bahkan hampir mengalahkan pasangan HERO yang merupakan kandidat petahana. Tadinya saya meramal 40:60 artinya di DH DS hanya 40% suara tetapi seperti yang saya sampaikan sebelum pilkada diselenggarakan bahwa DH DS adalah merupakan politikus ulung yang sudah berpengalaman untuk mendulang suara dan memahami karakteristik para pemilih di PALI itu terbukti dan apapun cara dan gaya dalam berkampanye dan merebut suara menurut saya itu sah saja karena tujuan daripada Pilkada adalah menang. Apalagi dengan kemenangan tipis HERO ini pasangan DHDS masih punya peluang di Mahkamah Konstitusi asalkan punya bukti-bukti yang kuat dan diterima tuntutannya di majelis” demikian menurut Adv. Nurul Falah, SH yang merupakan Ketua Kongres Advokat Indonesia dan Ketua PWI Kabupaten PALI.

Sukowati Refa’al, salah satu pemilih asal Desa Tempirai yang didatangi KPPS kekediamannya

Sementara menurut Afison, salah seorang anggota tim HERO yang berasal dari Desa Babat dirinya menilai bahwa kerja tim HERO tidak maksimal.

” Banyak sekali cara kerja tim kami yang tidak efektif. Dan mesin partai tidak jalan. Seperti dua kali pertemuan yang mengerahkan para Calon pemilih di kebun buah, begitupun pengerahan para Komdes Golkar kami melihat ada sesuatu yang salah kalau saya secara pribadi memandang bahwa modal petahana itu sudah ada 30% dari orang-orang yang ikhlas setia dan memang pendukung Abadi dari HERO. Maka dengan kemenangan ini berarti kerja tim hanya mampu Mendulang suara 21% itupun sudah maksimal. bisa jadi juga karena teman-teman dalam tim kami terlalu meremehkan kekuatan lawan politik kita ” demikian ujar Afison dengan nada kecewa.

Hal ini dibenarkan oleh Firdaus Hasbullah,SH, salah satu Tim Inti HERO.

“” Kerja Tim tidak efektif dan maksimal, karena memang ada beda pandang dalam teknik kampanye dan perekrutan suara ” demikian jelasnya singkat***

Tim BERITA PALI.

Foto :

Suasana penghitungan suara di TPS 4 Desa Karang Agung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed